04.07

Teknik jadi MC

ini materi kuliah dari dosen praktek waktu semester II di MMTC Yogyakarta. moga aja bermanfaat buat kalian semua deh...and don't forget say thank's to Ibu Maria Kadarsih yang telah ngeikhlasin materi ini buat saya publikasiin...


TEKNIK MENJADI MC


Didalam acara resmi kenegaraan, kedinasan, lembaga maupun pementasan, pertunjukan, MC mempunyai peran sbb :

a. Sebagai pembawa pesan atau informasi dari fihak pemberi pesan (yang menyelenggarakan acara) kepada penerima pesan (Audience) yg menghadiri acara tsb sehingga MC adalah seorang komunikator.

b. Sebagai penghubung untuk menggerakkan perbuatan orang lain sebagaimana yang dikehendaki pemberi pesan.

c. Sebagai pemandu untuk mengendalikan umpan balik ( respon ) dari isi pesan yang disampaikan.




Hubungan Komunikasi dengan Tugas MC

Komunikasi ialah :
Pemberian pesan berupa pengertian, informasi pengetahuan kepada penerima pesan dengan maksud menggugah partisipasi, agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama.
Dengan demikian, komunikasi mempunyai beberapa komponen /unsur,
yaitu :

1. Komunikator, yaitu subyek yang mengirimkan pesan/informasi.
2. Pesan/informasi berupa pengertian, pengetahuan, berita, dll.
3. Komunikan, yaitu subyek yang menerima pesan/informasi.
4. Umpan balik berupa tanggapan, respon.
5. Media atau alat yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan tersebut.

Dalam hubungannya dengan tugas MC maka komponen/unsur komunikasi itu menjadi :

1. MC sebagai komunikator yang menyampaikan pesan.
2. Materi acara yang dibawakan, merupakan pesan/informasi.
3. Khalayak/hadirin, sebagai komunikan yang menerima pesan.
4. Tindakan dari khalayak/hadirin, merupakan umpan balik.
5. Tatap muka langsung, sebagai media/alat menyampaikan pesan.








Tujuan komunikasi.

Tujuan komunikasi adalah untuk mencapai pengertian dan sikap yang sama, atau kesamaan bahasa terhadap suatu masalah, sehingga partisipasi yang timbul sesuai dengan yang diharapkan, sebagai akibat komunikasi, yaitu :

a. Menciptakan pengertian yang sama atas pesan yang disampaikan.
b. Melakukan tindakan yang sesuai dengan yang diharapkan.

Jadi proses komunikasi pasti punya tujuan tertentu, yaitu mempengaruhi penerima pesan, untuk bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan pemberi pesan.

Hal ini jelas dalam kaitannya dengan tugas MC yang selalu punya tujuan dalam menyampaikan informasi, serta mengharapkan respon/umpan balik secara langsung dari khalayak yang dihadapi.

Contoh :

Saat seorang Pembawa Acara (M.C.) memberitahukan kepada hadirin bahwa Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir ditempat upacara berlangsung mempersilahkan hadirin untuk berdiri.

Pembawa Acara :

"Hadirin yang terhormat, Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X berkenan memasuki tempat upacara. Hadirin dimohon berdiri "

Dari contoh tersebut, tujuan komunikasi dimaksud adalah :

a. Menciptakan pengertian yang sama atas pesan yang disampaikan adalah :
Hadirin telah mengerti dan sepakat bahwa yang dimaksud Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X

b. Melakukan tindakan yang sesuai dengan yang diharapkan adalah :
Hadirin memberi umpan balik/respons dengan mengikuti ajakan berdiri.

Ciri Komunikasi yang baik.

a. Pesan disampaikan jelas.
b. Penerimaan pesan dalam situasi yang tepat (siap).
c. Cara yang digunakan efisien.



Mengingat ciri tersebut, seorang MC hendaknya mempertimbangkan dengan baik, ucapan yang akan disampaikan, waktu/saat menyampaikan, serta menyampaikan informasinya.

a. Agar pesan yang disampaikan jelas, materi yang dibawakan hendaknya difahami dikuasai sungguh-sungguh dengan upaya mengumpulkan bahan sebanyak mungkin dari materi itu.

b. Agar penerimaan pesan dalam situasi yang tepat, hendaknya MC menguasai situasi dan saat menyampaikan informasi. apakah khalayak/audience telah siap atau belum.

Sebagai misal : Saat khalayak/audience tengah memberi applause (tepuk tangan) kepada seseorang yang usai memberi sambutan, jangan segera disambung dengan menyampaikan acara berikutnya, tapi tunggu, sampai applause itu mereda.

c. Agar cara yang digunakan efisien, MC hendaknya memahami betul keadaan audience yang dihadapinya, misalnya latar belakang pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan lain sebagainya, sehingga dapat dipilih bahasa dan cara yang paling mudah dipahami.


Karakter Media Tatap Muka

Telah dijelaskan bahwa MC adalah komunikator yaitu subyek yang mengirimkan pesan/informasi kepada komunikan yang menerima pesan, untuk memperoleh respons dengan menggunakan media sebagai alat menyampaikan pesan.

Media yang dipakai adalah tatap muka, sehingga MC secara spontan/bersamaan waktunya, akan mengetahui respons (umpan balik) yang timbul dari proses komunikasi.

Ini berbeda dari komunikator (penyiar) lewat media radio/televisi. Seorang komuni-kator/penyiar radio/televisi akan mengetahui respons beberapa saat kemudian atau membutuhkan waktu tertentu.

Hal ini karena media yang dipergunakan menghalangi komunikator/penyiar melihat keadaan langsung respon audience. Sedangkan bagi seorang MC yang mempergunakan media tatap muka karena berada diantara audience, tidak ada yang menghalanginya.
Hal yang demikian, menguntungkan tapi juga merugikan.





a . Keuntungan Media Tatap muka :

a. MC akan bisa memperbaiki atau mengubah tehnik penyampaian informasinya, apabila dilihat perhatian atau umpan balik audience kurang memuaskan.
b. MC bisa menjalin interaksi langsung dengan khalayak, sehingga mengakrabkan hubungan dengan khalayak/hadirin yang dihadapinya, yang menjadi jembatan berhasilnya penyampaian informasi.
c. Busana, sikap, mimik akan membantu daya tarik audience untuk berminat mengikuti acara yang dipandu oleh M.C.

b . Kerugian Media Tatap muka :

a. Khalayak/audience dapat melihat langsung kesalahan seorang MC, misalnya busananya, sikapnya, dan kesalahan wicara hingga bisa mengurangi minat khalayak/audience.
b. Penerimaan pesan yang disampaikan tidak hanya tergantung jelas/tidaknya pesan, melainkan dipengaruhi figur dan penampilan MC

Karenanya dibutuhkan beberapa syarat dari seorang MC antara lain :
1. Physik.
Sehat secara physik dalam arti tidak mempunyai cacad tubuh, dan tidak punya kebiasaan atau " saradan " yang mengganggu.
Misalnya : Kebiasaan goyang kepala, tekuk leher, kerdip-kerdip mata.
2. Phychis.
Sehat, punya jiwa bersih, iklas tanpa punya rasa iri dengki yang terpancar lewat raut wajah maupun sikap dan ucapan.
3. Sikap.
Menarik, penuh percaya diri dan tidak grogi yang nampak dengan tangan, kaki dan suara bergetar, banyak menunduk, melihat keatas dan sebagainya.
4. Mimik.
Wajar dan menarik.
5. Suara/Vokal.
Volume suara wajar dan memadai (Tidak cedal, tidak sengau). Artikulasi bagus, yaitu kemampuan mengucapkan bunyi bahasa dengan jelas. Intonasi cukup, yaitu keras lemah, tinggi rendah suara.
6. Busana.
Bersih rapi disesuaikan dengan acara, waktu dan kesempatan acara yg digunakan.
(PSL, PSH, Resmi, Setengah resmi, Tradisional dsb nya.).





7. Kemampuan berbahasa.
Terutama mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, bahasa daerah yang secukupnya dan sedikit bahasa Inggris, meliputi penulisan sebagai penyiapan bahan/materi acara, maupun pengucapannya.

a. Penulisan :
Mampu menyusun kalimat yang baik, merangkai kata yang tepat sebagai pegangan dalam menunaikan tugas MC, memahami arti singkatan-singkatan populer yang banyak dipakai ditengah masyarakat.

b. Pengucapan :
Mengucapkan setiap kalimat, kata, dengan baik dan benar.
Pemenggalan kalimat yang tepat. Terutama bahasa Inggris lebih diperhatikan pengucapan ini agar tidak menimbulkan salah arti.
Misalnya : Head, hart, health.

Teknik membaca Naskah :

 Pitch : Pengambilan nada yang tepat
 Pacing : Selang nada, diantara setiap kata meliputi intonasi dan phrasing.
 Pause : Istirahat diantara kalimat
 Power : Kekuatan pada pengucapan
 Passion dan Speed : Tidak nafsu cepat selesai.
 Penekanan : Memberi arti penting pada kata tertentu.
 Pernafasan : Menggunakan pernafasan perut.
Penggunaan pernafasan perut dapat dilatih sebagai berikut :
 Tarik nafas dalam-dalam, simpan dalam perut sampai penuh, kemudian lepaskan secara perlahan-lahan.
 Lakukan seperti diatas kemudian lepaskan perlahan sambil mengucapkan huruf vokal. Diulang sepanjang mungkin.
 Lakukan seperti diatas kemudian lepaskan perlahan sambil mengucapkan huruf konsonan.



 Lakukan seperti diatas kemudian lepaskan perlahan sambil mengucapkan kata-lata yang sulit. Misal : Klasifikasi, Klarifikasi, Intrepetasi, dll.

8 . Pengetahuan umum.

a. Protokoler :
Struktural jabatan dalam pemerintahan,simbol-simbol negara, dll

b. Seni pentas.
Mempunyai wawasan yang cukup mengenai seni pentas, seperti seni tari, seni suara, seni drama, lawak terutama mengenai asalnya, bentuknya, latar belakangnya, tokoh-tokohnya.

C. Upacara adat.
Memahami makna dari upacara adat dari berbagai daerah, terutama upacara adat pengantin, supitan, syukuran. Juga kekayaan budaya pakaian adat.

d. Fungsi alat bantu.
Memahami kegunaan alat bantu seperti mikrofon, pengeras suara/loudspeaker agar menunjang kelancaran tugas.


BEBERAPA MACAM ACARA DAN TEKNIK MEMBAWAKANNYA.

A . UPACARA BENDERA / LAPANGAN / SIPIL.
1. PEMBUKAAN (PESERTA UPACARA DISIAPKAN).
2. PEMBINA UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA.
3. PENGHORMATAN UMUM KEPADA PEMBINA UPACARA.
4. LAPORAN PEMIMPIN UPACARA, BAHWA UPACARA SIAP DIMULAI.
5. PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH.
6. MENGHENINGKAN CIPTA DIPIMPIN PEMBINA UPACARA.
7. PEMBACAAN PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945.
8. PEMBACAAN TEKS PANCASILA OLEH PEMBINA UPACARA DIIKUTI.
9. SAMBUTAN PEMBINA UPACARA.
10. DOA (FAKULTATIF).
11. LAPORAN PEMIMPIN UPACARA, BAHWA UPACARA TELAH SELESAI.


12. PENGHORMATAN UMUM KEPADA PEMBINA UPACARA.
13. PEMBINA UPACARA MENINGGALKAN TEMPAT UPACARA.
14. PENUTUP (PESERTA UPACARA DIBUBARKAN).


TEKNIK MEMBAWAKAN :
Untuk upacara bendera, M.C. tidak perlu menambah kata-kata lain,
cukup membaca seperti dalam susunan acara, kecuali pada acara pembukaan dan penutup.
CONTOH :
1. PEMBUKAAN.
MC : " Upacara bendera tanggal 17 Oktober 2006 segera di mulai. Peserta upacara disiapkan"
2. PEMBINA UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA.
MC : " Pembina Upacara memasuki lapangan upacara " Catatan : Bila upacara diadakan untuk suatu peringatan Hari jadi/peringatan tertentu, nama Pembina Upacara dapat disebutkan namanya.
CONTOH :
MC : " Pembina Upacara, Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berkenan memasuki lapangan upacara ".
ATAU :
MC : " Pembina Upacara, Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menempatkan diri ".

Ini karena beliau sudah hadir di Tribune kehormatan saat upacara akan dimulai.
Misalnya di Kridosono, Mandala Krida dan lain sebagainya.

3. PENGHORMATAN UMUM KEPADA PEMBINA UPACARA.
sampai dengan acara nomor 14, sama seperti urutan acara.


14. PENUTUP.
MC : " Upacara bendera tanggal 17 Oktober 2006, telah selesai. Peserta Upacara dibubarkan "

Apabila upacara diadakan untuk peringatan tertentu, disebutkan peringatan yang dimaksud.




CONTOH : UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA .
MC : " Upacara bendera, memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008 segera dimulai ". Peserta upacara, disiapkan.

LAIN-LAIN .

1. Untuk kelancaran upacara, baik yang diadakan rutin setiap tanggal 17 maupun untuk memperingati Hari Jadi/Peringatan tertentu, perlu diadakan latihan yang diikuti oleh seluruh perangkat/petugas upacara .

2. Untuk acara penyerahan Surat Keputusan/SK-SK, hendaknya diatur sedemikian rupa, dan penerima SK perlu mengikuti latihan, meliputi cara berbaris menuju tempat penerimaan SK, maupun sekembalinya menerima SK.
Latihan terakhir dilakukan satu jam menjelang Upacara dimulai.

B. PELANTIKAN PENGURUS.
1. PEMBUKAAN.
2. PEMBACAAN SURAT KEPUTUSAN (NAMA-NAMA YANG DISEBUT DALAM LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN LANGSUNG MENEMPAT-AN DIRI).
3. PELANTIKAN.
4. SAMBUTAN PELANTIKAN.
5. DOA.
6. PEMBERIAN UCAPAN SELAMAT DAN RAMAH TAMAH.
7. PENUTUP .


TEKNIK MEMBAWAKAN :
Acara yang tersusun diatas biasa dipergunakan untuk pelantikan pengurus organisasi sosial, organisasi yang bergerak dibidang olah raga misalnya pengurus daerah (Pengda) berbagai cabang olah raga dan lain sebagainya.
Penyelenggaraan dapat dilakukan dengan 2 (dua) dua cara yaitu :
a. Duduk.
b. Berdiri.
Bila dilaksanakan dengan cara duduk, dan dihadiri tamu undangan maka untuk acara nomor 3 dan seterusnya, hadirin berdiri.

Sedangkan untuk nomor acara lainnya duduk .

CONTOH : Upacara pelantikan pengurus Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia, PERWOSI DIY.



1. Pembukaan.
M.C : Yang terhormat,..... dan seterusnya.
Yang kami hormati,... dan seterusnya, serta tamu undangan yang berbahagia, Assalamu'alaikum wr, wb.
Puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan karuniaNya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat hadir disini mengikuti upacara pelantikan pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia, PERWOSI Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun susunan acara kali ini adalah, setelah pembukaan, dilanjutkan dengan Pembacaan naskah Pelantikan, sambutan, doa, pemberian ucapan selamat, ramah tamah dan penutup.

Nomor. 2 : Hadirin yang kami hormati, kita ikuti,.... Pembacaan Surat Keputusan, yang akan dibacakan oleh : (nama pembacanya).
Kepada yang disebut dalam lampiran Surat Keputusan dimohon menempat-an diri.

Nomor.3 : Pembacaan naskah Pelantikan/Pelaksanaan pelantikan Oleh : ..........
Hadirin dimohon berdiri.

Nomor. 4 : Sambutan Pelantikan.

Nomor. 5 : Selanjutnya, doa dipimpin oleh.

Nomor. 6, 7 : Pemberian ucapan selamat dilanjutkan ramahtamah.

C. PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN.
1. PEMBUKAAN.
2. PEJABAT LAMA, PEJABAT BARU DAN YANG MELANTIK MENEMPATKAN DIRI .
3. PEMBACAAN SURAT KEPUTUSAN.
(TENTANG PEMBERHENTIAN PEJABAT LAMA DAN PENGANGKATAN PEJA-BAT BARU).
4. PEMBACAAN NASKAH PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH.
5. PENANDATANGANAN NASKAH BERITA ACARA PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA (TERMASUK SAKSI DAN ROCHANIWAN).
6. PEMBERIAN UCAPAN SELAMAT (HANYA TAMU VIP).
7. SAMBUTAN.
8. PEMBACAAN DOA.
9. RAMAH TAMAH.
10. PENUTUP.




TEKNIK MEMBAWAKAN
Untuk acara pelantikan dan serah terima jabatan dapat dibedakan antara kedinasan, (pelantikan dan serah terima jabatan pejabat formal) Untuk dinas, sudah ada petunjuk tersendiri yang dikeluarkan oleh masing masing Departemen (diturunkan ke tingkat Kanwil, Dinas ).
Begitu juga untuk organisasi yang punya induk organisasi, dikeluarkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang mengatur secara khusus.

D. MALAM PENGANTAR TUGAS.
1. PEMBUKAAN.
2. SEPATAH KATA KETUA PANITIA PENYELENGGARA .
3. SAMBUTAN (PEJABAT BARU).
4. SAMBUTAN (PEJABAT YANG DIGANTIKAN/LAMA).
5. SAMBUTAN PEJABAT PEMDA/YANG LEBIH TINGGI DARI PEJABAT BARU/ LAMA.
6. CINDERA MATA.
7. KESENIAN.
8. PENUTUP.

TEKNIK MEMBAWAKAN.
Untuk mengantarkan acara Malam Pengantar tugas, atau sering juga di pergunakan istilah " Pisah Kenal ", " Lepas Sambut " dan lain-lain sifatnya lebih familier, sehingga bisa dimasukkan mutiara kata, puisi, atau sedikit kejadian-kejadian lucu yang pernah dialami oleh lingkungan kerja setempat.
Namun hendaknya diingat jangan sampai tambahan-tambahan tersebut menyinggung perasaan tamu terutama pejabat yang diganti maupun yang mengganti.

Untuk mempersilahkan pejabat baru memberi sambutan, langsung disebut nama dan jabatan yang baru saja diembannya tanpa harus menyebut bahwa beliau pejabat baru.

Contoh : Pejabat baru Kakanwil Diknas, nama : Drs.Radikun SH.
MC : Sambutan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Drs.Radikun SH . (titel dibaca utuh).

Alasan menyebut demikian, karena saat Malam pengantar tugas diselenggarakan telah dilaksanakan pelantikan dan serahterima jabatan, sehingga beliau resmi menjadi Kakanwil Diknas .
Pedoman urutan sambutan, dari pejabat terendah ke pejabat tertinggi.
Sedangkan untuk pemberian cinderamata, kebalikannya.
Yaitu dari pejabat tertinggi ke pejabat terendah.



E. ACARA HIBURAN SOFT OPENING

1. JAMUAN MAKAN MALAM
2. PEMBUKAAN
3. SAMBUTAN
4. PERESMIAN/SOFT OPENING
5. HIBURAN
6. DOORPRICE
7. HIBURAN
8. PENUTUP

Teknik membawakan : sebagai latihan ( ditulis naskahnya dan dibawakan )

KUNCI MENJADI MC YANG BERHASIL
1. Tahap Persiapan.
 Menjalin kerjasama dengan panitia, atau yang mempunyai hajat jauh hari sebelumnya.
 Mencari referensi untuk membuat catatan atau buku pintar sebagai panduan MC
 Mempersiapkan penampilan baik busana, asesoris, make up dan tata rambut sesuai karakter acaranya.
2. Tahap Pelaksanaan ( hari H )
 Datang minimal 30 (tigapuluh) menit sebelum acara dimulai.
 Mengecek kesiapan seluruh pendukung acara.
 Melakukan Test Mike
 Mengawali tugas dengan berdoa.
3. Tahap Evaluasi
 Mengucapkan terimakasih dan mohon maaf kepada panitia atau yang punya hajat
 Melakukan evaluasi secara menyeluruh
 Membuat catatan agar kesalahan yang ada tidak terulang dimasa datang

5 komentar:

Anonim mengatakan...

thank's for what you've posted. it helps me a lot for my public speaking assignment... :)

herd1 tanter mengatakan...

thanks...

Muhamad Nurdin mengatakan...

mantap banget...

helmyscout mengatakan...

Thanks ya postingnya, menjadi tambah mantab menjadi MC hehehe

sitiaminah mengatakan...

mbak...sy mohon saran dari mbak..sy ada job jadi mc tuk acara maulid sekaligus peresmian gedung sekolah baru...nah busana apa ya yang cocok tuk sy kenakan, terimakasih.tolong kirimkan jawaban mbak melalui email sy.sitiaminah473@gmail.com

Poskan Komentar