21.07

Mengais Rezeki dari Forex Oline Trading



zaman sekarang ini siapa seh yang gak butuh pendapatan tambahan ??? soale kalo dibandingkan lebih cepat harga barang-barang naik daripada gaji bulanan kita yang naik, lama kelamaan bisa lebih besar pasak dari pada tiang, dan udah kalo gitu kemana lagi mencari solusi kalo bukan pinjaman bank yang membuat kita ketergantungan seumur hidup. so, iseng-iseng nyari prospek buat tambahan pendapatan eh ada temen yang ngerekomendasikan bisnis forex, trus minjemin buku. setelah dibaca-baca, langsung deh tertarik dengan prospeknya yang cukup menjanjikan dan kemudahan-kemudahannya dibandingkan dengan usaha lain. so, dengan bismillah saya mulai cobain dunia bisnis forex online....
alasan kenapa milih forex karena :

1. modalnya gak harus gede, terserah kita mau berapa...tapi tentu aja besarnya modal kita juga mempengaruhi tingkat pendapatan kita.
2. kita kerja gak tergantung ato dibawah orang lain kaya MLM, semua aturan main kita yang
nentukan dan kapan mau trading serta berapa lama juga terserah kita, so bisa lebih leluasa
ketimbang usaha lainnya.
3. ada fasilitas demo account jadi kita bisa nyoba trading dulu versi demo yakni dengan uang
virtual tapi pakai chart dan fluktuasi harga yang real, cukup modal kompi ato laptop dan
koneksi internet bisa deh mulai nyoba trading.

Read More..
20.18

Recomended 4 Japanese Food : KIKO BENTO

Tempat yg enak banget buat makan-makan sama keluarga karena tempatnya yang baru direnovasi sangat berbau family banget. kebetulan yg sering dicobain kiko bento yang ada di jl. magelang Yogyakarta, dekatnya TVRI karena itu yg paling dekat ama asrama. pelayanannya memuaskan, nunggunya gak lama kok, cuma 15 menitan, tempat makannya ada 3 versi, ada yg duduk dikursi, sofa dan lesehan yg unik, eh juga ada tempat bermain buat anak-anak. menu yang ditawarkan sangat variatif dari jenis dan harganya, dari makanan jepang yang paling umum kaya yakiniku, teriyaki hingga makanan non jepang juga ada kaya nasi goreng dan pancake. harga dari 10.000 hingga 25.000/porsi. bagi yg males jalan juga ada fasilitas pesan antar yg buat daerah dekat2 gak dipungut ongkos kirim.

Tempat makan yg unik..... Siap-siap makan.....



Ebi don + Milo dino slruuppp.... (Fav) Paket promosi dapet minuman gratis

Read More..
04.19

Asal nama " Indonesia "

hey guys...mumpung pas mau 17 agustusan neh,pasti bakalan rame deh perayaaan bangsa ini. but...kalian tau gak nama negara kita ini kok dinamain Indonesia? mungkin banyak yang ga tau kali yee...soalnya saya juga baru tau pas abis baca artikel dibawah ini and yang surprisenya...jeng...jeng...jeng...ternyata yang nyiptain nama Indonesia itu adalah orang skotlandia yang punya perusahaan penerbitan di singapura!ironis khan...ngecewain seh,nama Indonesia tidak dicetuskan oleh anak negeri...but,anyway...gak usah deh hal itu bikin rasa memiliki kita terhadap negeri jadi berkurang.mau tau selengkapnya...baca deh terusannya...


PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.

Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.

Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.

Nama Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: ... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.

Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Makna Politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.

Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.

Read More..
04.13

Kenapa angka 13 dianggap angka sial ???

hey guys...buat yang suka teka teki neh,kenapa 13 itu dianggap angka sial,bahkan dicuekin banget digedung gedung bertingkat dunia,ga di amrik, ga di jepang, atau dinegara kita sendiri.semua orang pasti udah tau kan angka 13 itu dibilang angka sial...tapi kalo ditanya mengapa ??? kayanya gak semua orang bakalan bisa jawab deh.so,daripada bikin malu,apalagi kalo yang nanya cewek or cowok inceran kamu,simak deh info berikut....



Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.

Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.

Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.

Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Inilah buktinya:
-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
-13 garis di perisai atau tameng burung.
-13 daun zaitun di kaki kanan burung.
-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
-13 anak panah.
-13 bulu di ujung anak panah.
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
-13 lapisan batu yang membentuk piramida.
-13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.

Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.

Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka-angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual setan mereka. Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.


Read More..
04.07

Teknik jadi MC

ini materi kuliah dari dosen praktek waktu semester II di MMTC Yogyakarta. moga aja bermanfaat buat kalian semua deh...and don't forget say thank's to Ibu Maria Kadarsih yang telah ngeikhlasin materi ini buat saya publikasiin...


TEKNIK MENJADI MC


Didalam acara resmi kenegaraan, kedinasan, lembaga maupun pementasan, pertunjukan, MC mempunyai peran sbb :

a. Sebagai pembawa pesan atau informasi dari fihak pemberi pesan (yang menyelenggarakan acara) kepada penerima pesan (Audience) yg menghadiri acara tsb sehingga MC adalah seorang komunikator.

b. Sebagai penghubung untuk menggerakkan perbuatan orang lain sebagaimana yang dikehendaki pemberi pesan.

c. Sebagai pemandu untuk mengendalikan umpan balik ( respon ) dari isi pesan yang disampaikan.




Hubungan Komunikasi dengan Tugas MC

Komunikasi ialah :
Pemberian pesan berupa pengertian, informasi pengetahuan kepada penerima pesan dengan maksud menggugah partisipasi, agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama.
Dengan demikian, komunikasi mempunyai beberapa komponen /unsur,
yaitu :

1. Komunikator, yaitu subyek yang mengirimkan pesan/informasi.
2. Pesan/informasi berupa pengertian, pengetahuan, berita, dll.
3. Komunikan, yaitu subyek yang menerima pesan/informasi.
4. Umpan balik berupa tanggapan, respon.
5. Media atau alat yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan tersebut.

Dalam hubungannya dengan tugas MC maka komponen/unsur komunikasi itu menjadi :

1. MC sebagai komunikator yang menyampaikan pesan.
2. Materi acara yang dibawakan, merupakan pesan/informasi.
3. Khalayak/hadirin, sebagai komunikan yang menerima pesan.
4. Tindakan dari khalayak/hadirin, merupakan umpan balik.
5. Tatap muka langsung, sebagai media/alat menyampaikan pesan.








Tujuan komunikasi.

Tujuan komunikasi adalah untuk mencapai pengertian dan sikap yang sama, atau kesamaan bahasa terhadap suatu masalah, sehingga partisipasi yang timbul sesuai dengan yang diharapkan, sebagai akibat komunikasi, yaitu :

a. Menciptakan pengertian yang sama atas pesan yang disampaikan.
b. Melakukan tindakan yang sesuai dengan yang diharapkan.

Jadi proses komunikasi pasti punya tujuan tertentu, yaitu mempengaruhi penerima pesan, untuk bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan pemberi pesan.

Hal ini jelas dalam kaitannya dengan tugas MC yang selalu punya tujuan dalam menyampaikan informasi, serta mengharapkan respon/umpan balik secara langsung dari khalayak yang dihadapi.

Contoh :

Saat seorang Pembawa Acara (M.C.) memberitahukan kepada hadirin bahwa Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir ditempat upacara berlangsung mempersilahkan hadirin untuk berdiri.

Pembawa Acara :

"Hadirin yang terhormat, Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X berkenan memasuki tempat upacara. Hadirin dimohon berdiri "

Dari contoh tersebut, tujuan komunikasi dimaksud adalah :

a. Menciptakan pengertian yang sama atas pesan yang disampaikan adalah :
Hadirin telah mengerti dan sepakat bahwa yang dimaksud Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X

b. Melakukan tindakan yang sesuai dengan yang diharapkan adalah :
Hadirin memberi umpan balik/respons dengan mengikuti ajakan berdiri.

Ciri Komunikasi yang baik.

a. Pesan disampaikan jelas.
b. Penerimaan pesan dalam situasi yang tepat (siap).
c. Cara yang digunakan efisien.



Mengingat ciri tersebut, seorang MC hendaknya mempertimbangkan dengan baik, ucapan yang akan disampaikan, waktu/saat menyampaikan, serta menyampaikan informasinya.

a. Agar pesan yang disampaikan jelas, materi yang dibawakan hendaknya difahami dikuasai sungguh-sungguh dengan upaya mengumpulkan bahan sebanyak mungkin dari materi itu.

b. Agar penerimaan pesan dalam situasi yang tepat, hendaknya MC menguasai situasi dan saat menyampaikan informasi. apakah khalayak/audience telah siap atau belum.

Sebagai misal : Saat khalayak/audience tengah memberi applause (tepuk tangan) kepada seseorang yang usai memberi sambutan, jangan segera disambung dengan menyampaikan acara berikutnya, tapi tunggu, sampai applause itu mereda.

c. Agar cara yang digunakan efisien, MC hendaknya memahami betul keadaan audience yang dihadapinya, misalnya latar belakang pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan lain sebagainya, sehingga dapat dipilih bahasa dan cara yang paling mudah dipahami.


Karakter Media Tatap Muka

Telah dijelaskan bahwa MC adalah komunikator yaitu subyek yang mengirimkan pesan/informasi kepada komunikan yang menerima pesan, untuk memperoleh respons dengan menggunakan media sebagai alat menyampaikan pesan.

Media yang dipakai adalah tatap muka, sehingga MC secara spontan/bersamaan waktunya, akan mengetahui respons (umpan balik) yang timbul dari proses komunikasi.

Ini berbeda dari komunikator (penyiar) lewat media radio/televisi. Seorang komuni-kator/penyiar radio/televisi akan mengetahui respons beberapa saat kemudian atau membutuhkan waktu tertentu.

Hal ini karena media yang dipergunakan menghalangi komunikator/penyiar melihat keadaan langsung respon audience. Sedangkan bagi seorang MC yang mempergunakan media tatap muka karena berada diantara audience, tidak ada yang menghalanginya.
Hal yang demikian, menguntungkan tapi juga merugikan.





a . Keuntungan Media Tatap muka :

a. MC akan bisa memperbaiki atau mengubah tehnik penyampaian informasinya, apabila dilihat perhatian atau umpan balik audience kurang memuaskan.
b. MC bisa menjalin interaksi langsung dengan khalayak, sehingga mengakrabkan hubungan dengan khalayak/hadirin yang dihadapinya, yang menjadi jembatan berhasilnya penyampaian informasi.
c. Busana, sikap, mimik akan membantu daya tarik audience untuk berminat mengikuti acara yang dipandu oleh M.C.

b . Kerugian Media Tatap muka :

a. Khalayak/audience dapat melihat langsung kesalahan seorang MC, misalnya busananya, sikapnya, dan kesalahan wicara hingga bisa mengurangi minat khalayak/audience.
b. Penerimaan pesan yang disampaikan tidak hanya tergantung jelas/tidaknya pesan, melainkan dipengaruhi figur dan penampilan MC

Karenanya dibutuhkan beberapa syarat dari seorang MC antara lain :
1. Physik.
Sehat secara physik dalam arti tidak mempunyai cacad tubuh, dan tidak punya kebiasaan atau " saradan " yang mengganggu.
Misalnya : Kebiasaan goyang kepala, tekuk leher, kerdip-kerdip mata.
2. Phychis.
Sehat, punya jiwa bersih, iklas tanpa punya rasa iri dengki yang terpancar lewat raut wajah maupun sikap dan ucapan.
3. Sikap.
Menarik, penuh percaya diri dan tidak grogi yang nampak dengan tangan, kaki dan suara bergetar, banyak menunduk, melihat keatas dan sebagainya.
4. Mimik.
Wajar dan menarik.
5. Suara/Vokal.
Volume suara wajar dan memadai (Tidak cedal, tidak sengau). Artikulasi bagus, yaitu kemampuan mengucapkan bunyi bahasa dengan jelas. Intonasi cukup, yaitu keras lemah, tinggi rendah suara.
6. Busana.
Bersih rapi disesuaikan dengan acara, waktu dan kesempatan acara yg digunakan.
(PSL, PSH, Resmi, Setengah resmi, Tradisional dsb nya.).





7. Kemampuan berbahasa.
Terutama mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, bahasa daerah yang secukupnya dan sedikit bahasa Inggris, meliputi penulisan sebagai penyiapan bahan/materi acara, maupun pengucapannya.

a. Penulisan :
Mampu menyusun kalimat yang baik, merangkai kata yang tepat sebagai pegangan dalam menunaikan tugas MC, memahami arti singkatan-singkatan populer yang banyak dipakai ditengah masyarakat.

b. Pengucapan :
Mengucapkan setiap kalimat, kata, dengan baik dan benar.
Pemenggalan kalimat yang tepat. Terutama bahasa Inggris lebih diperhatikan pengucapan ini agar tidak menimbulkan salah arti.
Misalnya : Head, hart, health.

Teknik membaca Naskah :

 Pitch : Pengambilan nada yang tepat
 Pacing : Selang nada, diantara setiap kata meliputi intonasi dan phrasing.
 Pause : Istirahat diantara kalimat
 Power : Kekuatan pada pengucapan
 Passion dan Speed : Tidak nafsu cepat selesai.
 Penekanan : Memberi arti penting pada kata tertentu.
 Pernafasan : Menggunakan pernafasan perut.
Penggunaan pernafasan perut dapat dilatih sebagai berikut :
 Tarik nafas dalam-dalam, simpan dalam perut sampai penuh, kemudian lepaskan secara perlahan-lahan.
 Lakukan seperti diatas kemudian lepaskan perlahan sambil mengucapkan huruf vokal. Diulang sepanjang mungkin.
 Lakukan seperti diatas kemudian lepaskan perlahan sambil mengucapkan huruf konsonan.



 Lakukan seperti diatas kemudian lepaskan perlahan sambil mengucapkan kata-lata yang sulit. Misal : Klasifikasi, Klarifikasi, Intrepetasi, dll.

8 . Pengetahuan umum.

a. Protokoler :
Struktural jabatan dalam pemerintahan,simbol-simbol negara, dll

b. Seni pentas.
Mempunyai wawasan yang cukup mengenai seni pentas, seperti seni tari, seni suara, seni drama, lawak terutama mengenai asalnya, bentuknya, latar belakangnya, tokoh-tokohnya.

C. Upacara adat.
Memahami makna dari upacara adat dari berbagai daerah, terutama upacara adat pengantin, supitan, syukuran. Juga kekayaan budaya pakaian adat.

d. Fungsi alat bantu.
Memahami kegunaan alat bantu seperti mikrofon, pengeras suara/loudspeaker agar menunjang kelancaran tugas.


BEBERAPA MACAM ACARA DAN TEKNIK MEMBAWAKANNYA.

A . UPACARA BENDERA / LAPANGAN / SIPIL.
1. PEMBUKAAN (PESERTA UPACARA DISIAPKAN).
2. PEMBINA UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA.
3. PENGHORMATAN UMUM KEPADA PEMBINA UPACARA.
4. LAPORAN PEMIMPIN UPACARA, BAHWA UPACARA SIAP DIMULAI.
5. PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH.
6. MENGHENINGKAN CIPTA DIPIMPIN PEMBINA UPACARA.
7. PEMBACAAN PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945.
8. PEMBACAAN TEKS PANCASILA OLEH PEMBINA UPACARA DIIKUTI.
9. SAMBUTAN PEMBINA UPACARA.
10. DOA (FAKULTATIF).
11. LAPORAN PEMIMPIN UPACARA, BAHWA UPACARA TELAH SELESAI.


12. PENGHORMATAN UMUM KEPADA PEMBINA UPACARA.
13. PEMBINA UPACARA MENINGGALKAN TEMPAT UPACARA.
14. PENUTUP (PESERTA UPACARA DIBUBARKAN).


TEKNIK MEMBAWAKAN :
Untuk upacara bendera, M.C. tidak perlu menambah kata-kata lain,
cukup membaca seperti dalam susunan acara, kecuali pada acara pembukaan dan penutup.
CONTOH :
1. PEMBUKAAN.
MC : " Upacara bendera tanggal 17 Oktober 2006 segera di mulai. Peserta upacara disiapkan"
2. PEMBINA UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA.
MC : " Pembina Upacara memasuki lapangan upacara " Catatan : Bila upacara diadakan untuk suatu peringatan Hari jadi/peringatan tertentu, nama Pembina Upacara dapat disebutkan namanya.
CONTOH :
MC : " Pembina Upacara, Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berkenan memasuki lapangan upacara ".
ATAU :
MC : " Pembina Upacara, Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menempatkan diri ".

Ini karena beliau sudah hadir di Tribune kehormatan saat upacara akan dimulai.
Misalnya di Kridosono, Mandala Krida dan lain sebagainya.

3. PENGHORMATAN UMUM KEPADA PEMBINA UPACARA.
sampai dengan acara nomor 14, sama seperti urutan acara.


14. PENUTUP.
MC : " Upacara bendera tanggal 17 Oktober 2006, telah selesai. Peserta Upacara dibubarkan "

Apabila upacara diadakan untuk peringatan tertentu, disebutkan peringatan yang dimaksud.




CONTOH : UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA .
MC : " Upacara bendera, memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008 segera dimulai ". Peserta upacara, disiapkan.

LAIN-LAIN .

1. Untuk kelancaran upacara, baik yang diadakan rutin setiap tanggal 17 maupun untuk memperingati Hari Jadi/Peringatan tertentu, perlu diadakan latihan yang diikuti oleh seluruh perangkat/petugas upacara .

2. Untuk acara penyerahan Surat Keputusan/SK-SK, hendaknya diatur sedemikian rupa, dan penerima SK perlu mengikuti latihan, meliputi cara berbaris menuju tempat penerimaan SK, maupun sekembalinya menerima SK.
Latihan terakhir dilakukan satu jam menjelang Upacara dimulai.

B. PELANTIKAN PENGURUS.
1. PEMBUKAAN.
2. PEMBACAAN SURAT KEPUTUSAN (NAMA-NAMA YANG DISEBUT DALAM LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN LANGSUNG MENEMPAT-AN DIRI).
3. PELANTIKAN.
4. SAMBUTAN PELANTIKAN.
5. DOA.
6. PEMBERIAN UCAPAN SELAMAT DAN RAMAH TAMAH.
7. PENUTUP .


TEKNIK MEMBAWAKAN :
Acara yang tersusun diatas biasa dipergunakan untuk pelantikan pengurus organisasi sosial, organisasi yang bergerak dibidang olah raga misalnya pengurus daerah (Pengda) berbagai cabang olah raga dan lain sebagainya.
Penyelenggaraan dapat dilakukan dengan 2 (dua) dua cara yaitu :
a. Duduk.
b. Berdiri.
Bila dilaksanakan dengan cara duduk, dan dihadiri tamu undangan maka untuk acara nomor 3 dan seterusnya, hadirin berdiri.

Sedangkan untuk nomor acara lainnya duduk .

CONTOH : Upacara pelantikan pengurus Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia, PERWOSI DIY.



1. Pembukaan.
M.C : Yang terhormat,..... dan seterusnya.
Yang kami hormati,... dan seterusnya, serta tamu undangan yang berbahagia, Assalamu'alaikum wr, wb.
Puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan karuniaNya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat hadir disini mengikuti upacara pelantikan pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia, PERWOSI Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun susunan acara kali ini adalah, setelah pembukaan, dilanjutkan dengan Pembacaan naskah Pelantikan, sambutan, doa, pemberian ucapan selamat, ramah tamah dan penutup.

Nomor. 2 : Hadirin yang kami hormati, kita ikuti,.... Pembacaan Surat Keputusan, yang akan dibacakan oleh : (nama pembacanya).
Kepada yang disebut dalam lampiran Surat Keputusan dimohon menempat-an diri.

Nomor.3 : Pembacaan naskah Pelantikan/Pelaksanaan pelantikan Oleh : ..........
Hadirin dimohon berdiri.

Nomor. 4 : Sambutan Pelantikan.

Nomor. 5 : Selanjutnya, doa dipimpin oleh.

Nomor. 6, 7 : Pemberian ucapan selamat dilanjutkan ramahtamah.

C. PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN.
1. PEMBUKAAN.
2. PEJABAT LAMA, PEJABAT BARU DAN YANG MELANTIK MENEMPATKAN DIRI .
3. PEMBACAAN SURAT KEPUTUSAN.
(TENTANG PEMBERHENTIAN PEJABAT LAMA DAN PENGANGKATAN PEJA-BAT BARU).
4. PEMBACAAN NASKAH PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH.
5. PENANDATANGANAN NASKAH BERITA ACARA PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA (TERMASUK SAKSI DAN ROCHANIWAN).
6. PEMBERIAN UCAPAN SELAMAT (HANYA TAMU VIP).
7. SAMBUTAN.
8. PEMBACAAN DOA.
9. RAMAH TAMAH.
10. PENUTUP.




TEKNIK MEMBAWAKAN
Untuk acara pelantikan dan serah terima jabatan dapat dibedakan antara kedinasan, (pelantikan dan serah terima jabatan pejabat formal) Untuk dinas, sudah ada petunjuk tersendiri yang dikeluarkan oleh masing masing Departemen (diturunkan ke tingkat Kanwil, Dinas ).
Begitu juga untuk organisasi yang punya induk organisasi, dikeluarkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang mengatur secara khusus.

D. MALAM PENGANTAR TUGAS.
1. PEMBUKAAN.
2. SEPATAH KATA KETUA PANITIA PENYELENGGARA .
3. SAMBUTAN (PEJABAT BARU).
4. SAMBUTAN (PEJABAT YANG DIGANTIKAN/LAMA).
5. SAMBUTAN PEJABAT PEMDA/YANG LEBIH TINGGI DARI PEJABAT BARU/ LAMA.
6. CINDERA MATA.
7. KESENIAN.
8. PENUTUP.

TEKNIK MEMBAWAKAN.
Untuk mengantarkan acara Malam Pengantar tugas, atau sering juga di pergunakan istilah " Pisah Kenal ", " Lepas Sambut " dan lain-lain sifatnya lebih familier, sehingga bisa dimasukkan mutiara kata, puisi, atau sedikit kejadian-kejadian lucu yang pernah dialami oleh lingkungan kerja setempat.
Namun hendaknya diingat jangan sampai tambahan-tambahan tersebut menyinggung perasaan tamu terutama pejabat yang diganti maupun yang mengganti.

Untuk mempersilahkan pejabat baru memberi sambutan, langsung disebut nama dan jabatan yang baru saja diembannya tanpa harus menyebut bahwa beliau pejabat baru.

Contoh : Pejabat baru Kakanwil Diknas, nama : Drs.Radikun SH.
MC : Sambutan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Drs.Radikun SH . (titel dibaca utuh).

Alasan menyebut demikian, karena saat Malam pengantar tugas diselenggarakan telah dilaksanakan pelantikan dan serahterima jabatan, sehingga beliau resmi menjadi Kakanwil Diknas .
Pedoman urutan sambutan, dari pejabat terendah ke pejabat tertinggi.
Sedangkan untuk pemberian cinderamata, kebalikannya.
Yaitu dari pejabat tertinggi ke pejabat terendah.



E. ACARA HIBURAN SOFT OPENING

1. JAMUAN MAKAN MALAM
2. PEMBUKAAN
3. SAMBUTAN
4. PERESMIAN/SOFT OPENING
5. HIBURAN
6. DOORPRICE
7. HIBURAN
8. PENUTUP

Teknik membawakan : sebagai latihan ( ditulis naskahnya dan dibawakan )

KUNCI MENJADI MC YANG BERHASIL
1. Tahap Persiapan.
 Menjalin kerjasama dengan panitia, atau yang mempunyai hajat jauh hari sebelumnya.
 Mencari referensi untuk membuat catatan atau buku pintar sebagai panduan MC
 Mempersiapkan penampilan baik busana, asesoris, make up dan tata rambut sesuai karakter acaranya.
2. Tahap Pelaksanaan ( hari H )
 Datang minimal 30 (tigapuluh) menit sebelum acara dimulai.
 Mengecek kesiapan seluruh pendukung acara.
 Melakukan Test Mike
 Mengawali tugas dengan berdoa.
3. Tahap Evaluasi
 Mengucapkan terimakasih dan mohon maaf kepada panitia atau yang punya hajat
 Melakukan evaluasi secara menyeluruh
 Membuat catatan agar kesalahan yang ada tidak terulang dimasa datang

Read More..